Jumat, 20 Maret 2009

STRATEGI PENANGANAN KEBOCORAN AIR

KEUNTUNGAN PENURUNANKEBOCORAN NON FISIK
• Penurunan kebocoran non fisik lebih mudah daripada kebocoran fisik
• Kebutuhan investasi rendah
• Pengembalian modal lebih cepat
• Peningkatan pendapatan dari penurunan kebocoran non fisik bisa digunakan untuk program penurunan kebocoran fisik

FAKTOR KEHILANGAN AIR NON FISIK
1. AKURASI METER
2. SAMBUNGAN LIAR DAN
3. PENCURIAN
4. KESALAHAN PEMBACAAN DAN PENANGANAN DATA

PENYEBAB METER MENCATAT LEBIH RENDAH
1. Pemasangan & tata letak meter :
a. Meter yang didisain untuk pemasangan horisontal, tidak akan menunjukkan kinerja yang maksimal apabila dipasang vertikal
b. Bend atau knee yang dipasang dihulu, terlalu dekat meter.
2. Pemakaian meter :
a. Kinerja meter memburuk karena pemakaian
b. Umumnya merupakan fungsi umur dan kualitas air
c. Bisa lebih cepat memburuk apabila airnya agresif
d. Pengendapan kotoran bisa mempengaruhi mekanik meter, sehingga meter gagal mencatat aliran

3. Profil aliran tidak cocok
4. Kelas dan jenis meter
5. Ukuran meter
6. Spinning (pusaran) dan jetting (pancaran).
a) Spinning: meter mencatat melebihi sebenarnya oleh udara, akibat pelayanan “intermittent”
b) Jetting: disebabkan adanya rintangan di hulu meter yang mengalibatkan semburan air yang kencang pada mekanik meter, hasilnya meter mencatat melebihi sebenarnya.
c) Meter volumetrik (jenis piston) terkena efek yang sama dengan meter jenis jes akibat spinning, tetapi lebih tahan terhadap jetting
7. kebanyakan mencatat lebih tinggi


METER TEST BENCH
• Setiap pengelola air minum sebaiknya memiliki peralatan “test bench”, namun tidak harus
• Satu “test bench” bisa dimanfaatkan oleh beberapa pengelola air minum kecil
• Kemungkinan lain test meter dilakukan oleh pihak swasta ??
• Interval pengujian meter bisa berbeda untuk setiap pengelola air minum
• Contoh meter yang diuji dalam interval berkala yang lebih pendek untuk mengetahui keausan meter
dalam kondisi setempat

MEMILIH METER YANG BENAR
• Semakin rendah kelas meter, semakin kasar pengukurannya.
• Semakin tinggi kelas meter, semakin rendah aliran minimum yang bisa dicatat
• Kelas meter yang rendah direkomendasikan apabila kualitas air masih menjadi permasalahan
• Jenis meter bisa piston atau jet

KONSUMSI TIDAK RESMI
• Sambungan liar (ilegal konection) dan “T/By Pass Meter” pipa dinas (ilegal konsumsi)
• Pemakaian tidak resmi dari hidran .
• Pembaca meter nakal


STRATEGI PENGENDALIAN KEBOCORAN FISIK

1. Komitment manajemen
2. Deteksi dan perbaikan
3. Pengelolaan tekanan
4. Pengendalian kebocoran aktif
5. Kecepatan dan kualitas perbaikan
6. Perbaikan pipa
7. Manajemen asset

TINGKAT PENGENDALIAN
1. TINGKAT PERTAMA, DETEKSI KEBOCORAN YANG NAMPAK/MUNCUL _jelas, mudah dan murah
2. TINGKAT KEDUA, DETEKSI, LOKALISASI DAN PERKIRAAN KEBOCORAN YANG TAK NAMPAK _melalui peralatan akustik dan elektronik
3. TINGKAT KETIGA, PALING CANGGIH DAN PENTING _memahami, deteksi kebocoran melalui pengukuran aliran dan tekanan yang sistematik, serta pemodelan kebocoran pada zona meter (DMA – District Meter Zona)

PENURUNAN KEBOCORAN SERING DIABAIKAN, KARENA;
1. Upaya kebocoran bukan kegiatan teknik yang bergengsi
2. Menggali saluran sering jadi isu politik
3. Lebih kepersoalan manajerial daripada teknik
4. Tingkat kebocoran fisik dinggap kecil
5. Sering dilakukan pada malam hari _kurang menyenangkan
6. Perlu banyak peralatan (mobil, leak detector dlsbnya)

DETEKSI KEBOCORAN DAN PERBAIKAN KEBOCORAN YANG NAMPAK
1. Deteksi, pelaporan dan pencatatan kebocoran yang nampak, melalui;
- laporan warga, telepon hot-line
- laporan pembaca meter
- program inspeksi pipa
2. Upaya ini jelas, sederhana dan murah, namun perlu;
- pengorganisasian, prosedur, dan komitmen yang berkelanjutan
- kemampuan tanggap darurat dan perbaikan yang cepat

MENINGKATKAN KECEPATAN DAN KUALITAS PERBAIKAN
1) Keterlambatan perbaikan menyebabkan kehilangan air yang tinggi, harus ada kebijakan dan prosedur penanganan laporan kebocoran
2) Standar penanganan perbaikan, bahan dan sumber daya manusia
3) Pengorganisasian yang efisien sejak dilaporkan sampai diperbaiki
4) Ketersediaan bahan dan peralatan yang cukup

Tidak ada komentar: